This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

5 Kekuatan

Pertama ; Kita punya Tuhan yang tidak akan membiarkan kita dalam kesulitan........

Kedua ; Kita punya Orang Terdekat (baik itu suami, istri, kekasih, orang tua, saudara kandung, dll) yang tidak akan pernah membiarkan kita dalam kesulitan.......

Ketiga ; Kita punya keluarga besar (baik itu paman, bibi tante, ponakan, saudara, nenek, kakek, dll) yang siap membantu kita ketika dalam kesulitan.......

Keempat ; Kita memiliki teman-teman dekat (yang biasanya justru lebih dekat dari keluarga kita sendiri)....mereka akan senantiasa berusaha memahami dan membantu kita dalam kesulitan....

Kelima ; Kita memiliki ummat manusia yang begitu banyak (walaupun diantara mereka ada yang berwatak jahat....akan tetapi tidak sedikit diantara manusia memiliki fitrah untuk menjadi baik).......Manusia-manusia ini akan dengan ikhlas membantu walau tidak mengenal siapa kita.....

(bukankah kita memiliki beberapa pengalaman.....ketika mengalami kesulitan...tiba-tiba seseorang yang tidak kita kenal sebelumnya (orang asing).......datang membantu.....)

DENGAN ADANYA LIMA HAL DIATAS....

LANTAS MENGAPA KITA HARUS TAKUT DENGAN MASA DEPAN YANG KITA BAYANGKAN PENUH DENGAN PERMASALAHAN ?????????????

Sumber : Catatan Nanang Wijaya

Menjelaskan Tuhan

Sahabatku, bisakah kita menjelaskan Tuhan? Kalo kita melihat kembali Kitab Suci, terdapat banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang Tuhan, tetapi setelah diteliti lebih jauh semua penjelasan tersebut hanya sebatas pada sifat-sifatNya. Tuhan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena kata-kata hanya bisa menjelaskan suatu wujud yang berada pada ruang dan waktu sedangkan Tuhan melampaui ruang dan waktu. Ini sama seperti menjelaskan bagaimana rasanya jatuh cinta atau fall in love, tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan “rasa” ketika kita sedang berada dalam keadaan tersebut. Tetapi “rasa” tersebut bisa kita rasakan. Sama halnya dengan Tuhan, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkanNya tetapi Ia bisa kita rasakan didalam hati kita. Hati kita adalah jembatan menujuNya.


Melalui hati, kita mendekat kepadaNya. Melalui hati kita menuju Cahaya Agung Sang Ilahi sebagaimana yang Ia sebutkan dengan penuh Cinta dan Kasih Sayang didalam Hadis Qudsi “Aku adalah Khazanah yang terpendam. Aku rindu ingin diketahui, untuk itu Aku menciptakan mahluk”. Mari kita menggapai KhazanahNya melalui hati yang suci. Hati yang di ridhoi olehNya. InsyaAllah.

Kisah-kisah dibawah ini menggambarkan keadaan diatas dimana kita ingin belajar mencintai Tuhan dengan hati yang ihklas dan tulus tetapi bingung darimana harus memulai. Ada juga yang ingin dekat kepadaNya tetapi tidak pernah sekalipun mengayunkan kakinya untuk memulai perjalanan menuju DiriNya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah-kisah dibawah ini. Amin.

*
Awal Dari Sebuah Perjalanan
Seseorang bertanya kepada Yusuf bin al-Husain:

“Apakah yang harus aku lakukan agar aku bisa dekat dengan Tuhan?”, tanyanya.

“Ceritakan rahasiamu kepadaNya, dan jangan sampai ada seorang pun di dunia ini yang mengetahui rahasianya. Melalui hal itu, sebuah tali keimanan akan tumbuh kepada Sang Ilahi.

Orang itu melanjutkan pertanyaannya: “Hanya itukah yang akan membantuku dekat denganNya?”

“Dirikan hubungan yang teguh di awal perjalanan spiritualmu. Beribadahlah. Memiliki niat yang kuat juga penting. Dan jika memungkinkan, nikmati kesunyian, itu akan lebih baik.” Jawab al-Husain.

“Tetapi bagaimana aku mencapai tahap dimana aku bisa berkomunikasi denganNya?” tanyanya kembali.

“Aku telah menjelaskan apa yang engkau butuhkan” kata al-Husain. Tetapi engkau ingin mencapai sebuah akhir sebelum engkau memulainya, dan hal itu tidak mungkin.

*

Mencintai-Nya
Seorang pengembara tiba pada sebuah kampung dimana Abu Yazid al-Bisthami tinggal. Ia bertemu kepada al-Bisthami kemudian bertanya kepadanya.

“Ajarkan aku cara yang paling cepat menuju Tuhan”

al-Bisthami menjawab: “Cintai Dia dengan seluruh kekuatanmu.”

“Itu sudah kulakukan”, seru pengembara tersebut.

“Lalu kau perlu dicintai oleh orang lain.” Jawab al-Bisthami.

“Tetapi mengapa?” tanyanya kembali.

“Karena Tuhan melihat hati setiap manusia. Ketika Ia mendatangimu, tentu saja Ia akan melihat cinta yang kau miliki kepadaNya dan Ia akan bahagia. Bagaimanapun, jika Ia juga menemukan namamu tertulis dengan penuh cinta dihati orang lain, Ia pasti akan jauh lebih memperhatikanmu.”

*
Menginginkan Jalan Pintas

“Mengapa engkau menghabiskan waktu kami dalam mencari Tuhan jika engkau begitu mengenalNya dengan baik?”, tanya para murid Hasan al-Bashri. “Engkau bisa langsung menjelaskan kepada kami seperti apa Dia.”

“Benar”, jawab Hasan al-Bashri. Tetapi hal ini terjadi karena suatu hari ketika aku sedang berdiri didepan sebuah rawa-rawa, aku melihat ada seorang pria yang bersiap-siap untuk menyeberanginya. Aku berteriak: “Hati-hati disana, kau bisa terpeleset dibatunya dan engkau akan basah kuyup!”

Pria itu menjawab: “Jika itu terjadi, hanya aku yang akan kotor. Jadi Hasan, jika kau terpeleset dan jatuh di jalanmu, seluruh muridmu akan ikut terpeleset dan jatuh bersamamu.”

“Pada saat itu aku mengerti bahwa Tuhan adalah suatu pencarian pribadi, setiap orang bertanggungjawab atas pencariannya. Seorang master bisa berbagi pengalamannya, tetapi tidak pada hasilnya.”

******

Yusuf Bin al-Husain meninggal tahun 304 H/916 M.

Abu Yazid Thaifur bin ‘Isa bin Surusyan al-Bisthami lahir di Bustham yang terletak di bagian Timur Laut Persia. Meninggal sekitar tahun 261 H/874 M – 264 H/877 M.

Hasan bin Abil Hasan al-Bashri lahir di kota Madinah pada tahun 21 H/642 M. Ia adalah putra dari seorang budak yang ditangkap di Maisan, kemudian menjadi klien dari sekretaris Nabi Muhammad SAW, Zaid bin Tsabit. Karena dibesarkan di Bashrah ia bisa bertemu dengan banyak sahabat Nabi. Hasan meninggal di kota Bashrah pada tahun 110 H/728 M.

Mereka semua adalah guru sufi agung yang memperkaya khazanah para pencari Tuhan.

Mahabbah ALLAH

Apabila suatu benih terpendam dalam tanah, kemudian hujan mengguyur, mentari menebar energi dan angina menerpa. Maka benih tumbuh merekah, berbunga dan berbuah.

Demikian pula dengan cinta sejati cinta karma Allah SWT tidak lengkang dan takkan lapuk di hujan. Bila cinta merupakan luapan hati yang merindukan penyatuan dengan sang kekasih maka mahabbah tertupu kepada Ilaahi Rabbi, karena cinta Ilaahi merupakan manisfestasi keimanan.

Tatkala sang pecinta berdiri di hadapan Allah SWT, ia terserap kea rah Allah SWT, sehingga tiba saat taqarrub (pendekatan), terbebaslah ia dari segala penjajahan. Mahabbah adalah cinta Allah, menyukai dan menerima apa saja yang dating dari Allah SWT, walaupun takdir yang sangat pahit sekalipun. Itulah cinta imani, bias terjadi antara manusia dengan Allah SWT, dan antara Ayah, Ibu dan anak. Sedang sesame manusia (Pasangan/Kekasih) sangat langka, hamper tidak mungkin menyenangi apa saja yang dating dari yang disenangi. Apa ada manusia yang dapat melakukannya? Di luar cinta Ilaahi, masing-masing dari pasangan sebenarnya mencintai dirinya masing-masing. Mereka menggunakan kalimat romantis sekedar basa basi, karena ia mendapat senang bila berjumpa dengan pasangannya. Bila suatu saat tidak lagi mendapat senang atau egonya tergoda ia akan melakukan protes, komplain, marah terhadap pasangannya dan akhirnya bertengkar. Nah inilah cinta diri masing-masing.

Setiap mendengar kata cinta yang diucapkan anak-anak manusia, para mahluk halus malu dan tersipu, karma ia tahu itu hanya bahasa mulut, penghias kata yang biasa digunakan manusia. Sesunggunya cinta lebih terang dan terasa tanpa kata-kata ataupun sms.

Fakta lebih bertulang dari pada lidah, bila sudah ada fakta tidak perlu lagi kata-kata. Cinta yang disertai pamrih hanya membuat rasa takut, rindu dan kesal menyatu, curiga dan was-was menggebu kemudian stress.

Cinta akan semerbak apabila diarahkan untuk mencintai Allah SWT. Lalu biarkan pantulannya menyerbak menghampiri pasangan suami istri, anak, famili dan setiap mahluknya.

Cinta sejati adalah penyatuan pikiran, perasaan dan keinginan, hingga hilang ego masing-masing. Pecinta Allah akan mencintai semua yang berasal dari Allah, maka ia mentaati kehendak yang di cintainya, yaitu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Buanglah seluruh ke-Aku-anmu, bersihkan hatimu, karena sang kekasih hanya akan berkunjung ke hadti yang sudah hilang ke-Aku-annya, ia akan bersemayam dan membuka keindahan hati tersebut. Agar tetap tumbuh subut, berkembang dan berbuaj sebaiknya cinta itu disirami curahan ait wudhu, hembusan dzikir dan energi shalawat Nabi Muhammad SAW. Sehngga dirinya terangkat ke atas, menjadi manusia mulia di sisi Allah SWT, karena para pecinta Allah menjadi mahluk kesayangan-Nya.

Belajar Memaafkan

Ketika seseorang melukai hati kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan apabila seseorang melakukan kebaikan sekecil apapun itu kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin kebencian. Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir!!!

Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah hubungan hanya karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita.Sebuah sakit hati lebih perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga. Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita. Karena itu ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam ? maka sungguh sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Bisa jadi juga sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan seseorang terhadap kita.

Orang yang bijak akan selalu mengajari untuk memaafkan kesalaha-kesalahan seseorang. Tapi ini akan sungguh sangat berat, karena itu beliau mengajari kami untuk menyerahkan sakit itu Kepada Allah yang begitu jelas dan pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita dengan membaca doa, “ Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan orang-orang yang telah menyakiti hati kami.”

Karena itu Saudara-saudara ku, mungkin aku pernah menyakiti hatimu dan kau tidak membalas, dan mungkin juga kau menyakiti hatiku karena aku pernah menyakitimu. Namun dengan ijin-NYA aku berusaha memaafkanmu, tapi yang aku takutkan kalian tidak mau memaafkanku. Saudara-saudara ku, sungguh dosa-dosa ku kepada Rob ku telah menghimpit sisi tulang rusukku hingga menyesakkan dada. Saudara-saudara ku, jika kalian tidak sanggup mendoakan aku agar aku ada di hadapan-NYA, maka ikhlaskan segala kesalahan ku. Tolong jangan kau tambahkan kehinaan pada diriku dengan mengadukan kepada Rob ku bahwa aku telah menyakiti hatimu.

Untuk Apa Kita Hidup


Dalam hidup ini tidak mungkin hanya yang baik dan enak saja yang mampit kedalam kehidupan kita. Sudah ketentuan Maha Pencipta adanya pasang surut, sedih dan duka. Bila kita menolak kenyataan tersebut, maka kita akan mengalami stress berat. Bila kita tidak dapat mengatasinya, kita mengeluh, mengadu kesana sini dan orang-orang pun akan jenuh mendengar keluhan dan tidak dapat membantu kita, kecuali sekedarnya. Oleh karena itu, lebih baik mau menerima kenyataan bahwa dalam hidup ini kita harus sekali-kali mengalami sakit, rugi, sedih & lain-lain.


Telanlah walau pahit sementara, karma al itu pasti akan lenyap dengan sendirinya setelah kita berusaha sebatas kemampuan. Senang, susah, sedih, sakit dan derita semua itu akan berlalu, hanya masalah waktu. Maka jangan terlalu merasa lapang walu sedang senang dan jangan merasa terjepit walau dirundung malang.

Terkadang kita melihat jauh di hadapan kita ada genagnan air yang sebenarnya tidak ada. Cahaya yang melewati lapisan udara panas dan udara dingin akan dibelokkan segingga mta kita tertipu seakan-akan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Seperti itulah tempat-tempat hiburan dalam kehidupan di dunia ini. Tempat-tempat hiburan itu hanya memberikan kesenangan semu, berupa fatamorgana belaka. Banyak manusia tertipu dan berdatanagan kesana, mereka melihat seperti ada kesenangan disana namun setelah sampai disanayang mereka dapatkan hanya keletihan dan terkadang pada akhirnya kepedihan atau penjara.

Sebenarnya didup ini untuk menyelamatkan diri, selamat dari murka Allah SWT, selamat dari penjara. Seharusnya kehidupan di dunia ini kita jadikan lahan tempat menanam tanpa menuai sedang akhirat tempat menuai tanpa menanam. Duni diciptakan dan di isi dengan segala macam yang ada untuk kepentingan manusia. Dan manusia hidup di dunia ini untuk belajar mengenal Allah SWT dan mencintainya untuk itu Allah SWT akan melakukan tes atau ujian keimanan.

Hati-hatilah saudaraQ!
Jangan tertipu kemilau jabatan!
Jangan tertipu dolar atau rupiah!
Jangan tertipu rayuan Pria!
Jangan tertipu kerling nakal wanita!
Anda pasti akan membayar mahal, penjara atau neraka.

Ekstasi ada dalam diri sendiri.
Bila kita tidak tertipu kesenangan semu, hidup kita menjadi tenang dan ketenangan inilah yang akan membuat kita senang. Keduannya tercipta bila kita berzikir mengingat dan mendikat Kepada Allah SWT. Tak lama lagi kita semua akan mudik, pulang kembali Kepada Allah SWT semoga Maula Allah menyayangi kita.

Sesunggunya kepuasan yang sebenarnya ada di dalam hati sedang segala yang haram tidak dapat menyenangkan hati, karena fitrah hanya merindukan kebersihan dan kebenaran.

Apabila ego memanas, fitrah suci terhimpit ditambah lagi bisikan setan berlapis-lapis sehingga kita mengira segala sarana dan media maksiat sebagai kesenangan yang sebenarnya tidak ada, yang ada hanya fatamorgana.

Firman Allah SWT dalam Hadits Qudsi :

“ Hambaku (sayang), engkau berkeinginan Aku pun berkeinginan. Yakinlah yang pasti terjadi adalah keinginan-Ku. Jika kau turuti kenginan-Ku akan Aku berikan apapun yang menjadi keinginan mu. Dan jika tidak turuti keinginan-Ku, akan Ku letihkan engkau mengejar-ngejar keinginanmu ”. (mengejar keinginan tanpa meraih, seperti fatamorgana)

(DIKUTIP DARI BUKU UNTUK APA KITA HIDUP)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites